Karakter Pendidikan Pondok Pesantren Tahfizhul Quran Syifaul Qulub Pontianak

Foto Santri APTQ : Burhani (Kanan), Riski Maulana (alm) (Tengah), Fajar (Kiri), pada kegiatan pembacaan Maulid Nabi Muhammad saw.

Saya menggunakan istilah mata rantai juga dalam memahami pendidikan di pondok pesantren ini. Mata rantai seperti kalung yang terhubung dari ujung kalung ke ujung kalung yang lain. Artinya anak yang memantapkan dirinya untuk belajar ke Pondok Pesantren memiliki hubungan erat kepada Pondok Pesantren hingga sepanjang hidup.

Pondok Pesantren menjadi lembaga yang hingga saat ini menjadi tempat kepercayaan masyarakat dalam mendidik karakter, pembinaan akhlak, dan ilmu agama.

Kenyataan tersebut yang membuat pembinaan pondok pesantren masih dirasakan oleh sebagian masyarakat adalah tempat yang terbaik dalam mendidik putra putrinya.

Seorang Kiai yang mengajarkan para santrinya bukan hanya dalam mengasah intelektual tetapi spiritual juga menjadi pendidikan karakter santri tersebut. Perumpamaannya, pendidikan spiritual menjadi hal utama untuk mencari ridho Allah, maka diajarkan cara membaca Al-Quran dengan baik, menghafalkannya, mentadabburinya, dan mengamalkannya.

Pendidikan Fiqih dalam ibadah kepada Allah, dan hubungan sosial sesama manusia juga diajarkan agar sesuai syariat Islam yang telah diajarkan. Itu semua demi menjadikan spiritual adalah hal yang utama bagi para santri.

Dari segi intelektualnya juga diperhatikan, kemampuan berbicara di depan publik (Public Speaking), berbahasa Arab dan Inggris, Skill olahraga, dan Tilawah Al-Quran juga ada menjadi kemampuan para santri untuk berkembang dimasa yang akan datang.

PPTQ Syifaul Qulub yang mengedepankan pembinaan karakter dan ilmu-ilmu dasar agama Islam adalah sebuah cerminan pendidikan yang masih terus berjalan di Kota Pontianak.

Pendidikan yang bukan hanya berbicara didalam kelas, tapi keseharian menjadi penilaian pembentukan karakter, dari bangun tidur hingga mau tidur lagi.

Pengalaman yang didapati juga beragam, dimulai adanya Kiai dan Ibu Nyai sebagai pengasuh sekaligus orang tua di Pondok Pesantren. Adanya para Ustadz dan Guru yang setiap mengajarkan ilmu-ilmu Islam seperti, Fiqih, Al-Quran, Hadits, Akhlak, Tauhid, dan lain-lain.

Di asrama ada para pembina yang hidup dan membimbing para santri didalam keseharian, dimulai menjaga kebersihan, makan, mandi, dan persiapan aktivitas keseharian.

Peran alumni juga tidak kalah penting, karena para alumni adalah cerminan hasil didikan Pondok Pesantren tersebut, para alumni membawa identitas pesantren dan memiliki hubungan yang erat dengan pesantren, sehingga yang membawa nama almamater pesantren adalah para alumni yang sudah hidup ditengah masyarakat dan mengamalkan ilmu yang didapati selama belajar di Pondok Pesantren.

Aris
Aris

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *